Sejarah

Program Studi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan menitik beratkan pada Keunggulan Pelayanan Keluarga Berbasis Gender. Kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)-Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Lebih lanjut Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menjadi acuan pokok dalam penetapan capaian pembelajaran akademik Program Studi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan untuk menghasilkan tenaga profesi bidan yang kompeten yang di persyaratkan sebagai seorang bidan ahli profesional, bekerja secara mandiri, mampu mengembangkan diri dan beretika.  Dengan demikian kurikulum pendidikan Profesi Bidan disusun dengan mengacu pada KKNI level 7 dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan, yang akhirnya dapat memenuhi standar kompetensi dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas.

Kurikulum yang diterapkan mengacu pada SN Dikti dan KKNI level 7 dengan strategi pencapaian standar dan mekanisme penyusunan capaian pembelajaran dilakukan dengan merujuk pada, capaian pembelajaran yang telah ditetapkan Asosiasi Institusi Pendidikan TInggi Kebidanan Indonesia (AIPKIND). Penyusunan capaian pembelajaran melibatkan semua calon dosen tetap, calon dosen tidak tetap, ahli kurikulum, pengguna lulusan, perwakilan pembimbing klinik dari lahan praktik, organisasi profesi di tingkat lokal (PC IBI Kabupaten Kuningan), dan pimpinan Sekolah Tinggi sendiri. Program Studi sudah menyusun draft/usulan capaian pembelajaran, kemudian disosialisasikan kepada seluruh peserta rapat dan kemudian diberikan umpan balik oleh semua stakeholder yang menjadi anggota rapat tersebut. Semua umpan balik dicatat dan dibahas untuk dijadikan sebagai bahan masukan perbaikan rumusan capaian pembelajaran. Sistem pembelajaran adalah mekanisme pelaksanaan pembelajaran untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan yang mencakup: 1) metode dan bentuk pembelajaran per mata kuliah, 2) sistem penilaian pembelajaran, 3) ketersediaan dan kelengkapan prasarana, sarana dan dana yang memungkinan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika. Karakteristik pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan memperhatikan sifat interaktif, holistik, integratif, saintific, kontektual, tematik, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.

Interaktif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen. Holistik mencerminkan bahwa proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional. Integratif menunjukkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin. Saintific menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan. Kontekstual menjelaskan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya. Tematik berarti capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin. Efektif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum. Kolaboratif adalah proses pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam upaya meraih capaian pembelajaran. Berpusat pada mahasiswa menunjukkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan.

Program Studi S1 Kebidanan saat ini sudah memasuki Tahun ke-3. Ketersediaan SDM (Dosen) sudah memenuhi standar. Mahasiswi program studi pendidikan profesi bidan saat ini telah mengikuti Uji Kompetensi Bidan Nasional dengan hasil 100% lulus atau dinyatakan kompeten. Kinerja Penelitian dan PkM sudah terpenuhi kemudian diintegrasikan dalam pembelajaran.

Program Studi Kebidanan STIKes Kuningan

Jl. Lkr. Bayuning No.2, Kadugede, Kec. Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45561

Contact Us
Website : kebidanan.stikku.ac.id
Phone :  (0232) 875847
Email : [email protected]
Instagram : @kebidananstikku